"Semua ini merupakan sebuah kemungkinan untuk mendukung populasi Australia yang berada di Timur Tengah. Ini adalah situasi yang sangat tidak stabil dan kita tidak tahu pasti ke arah mana situasi ini akan berlanjut," ujarnya.
Sejak konflik dimulai, pemerintah Australia telah melakukan penerbangan repatriasi bagi warganya yang terdampar di Israel. Mereka telah berusaha menyelamatkan 79 warga Australia dari Jalur Gaza yang dikepung Israel dan 51 orang dari Tepi Barat.
Marles menuturkan, warga Australia di Gaza harus berusaha bergerak menuju perbatasan Rafah dengan Mesir, pintu masuk dan keluar utama ke Gaza yang tidak mengarah ke Israel.
Ia juga mendesak warga Australia di Lebanon yang ingin meninggalkan negara itu untuk menggunakan semua opsi yang tersedia.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar