“Selama sebulan terakhir, pemboman dan invasi Israel ke Gaza telah menewaskan lebih dari 13.000 warga Palestina dan membuat seluruh kota menjadi puing-puing,” bunyi pernyataan dari pihak inisiator.
Mereka juga menyoroti bahwa lebih dari 70 persen kematian di Gaza terjadi pada perempuan dan anak-anak. Jika dihitung, satu anak di Gaza terbunuh setiap sepuluh menit.
"Kami keluar karena sedang terjadi genosida dan kami harus mengambil tindakan. Sekolah selalu membicarakan politik, namun dalam masalah ini kami dibungkam," ujar siswa kelas 11, Ivy, salah satu pendiri School Students for Palestine.
Meski begitu, aksi ini banyak dikritik oleh para politisi karena menilai para siswa seharusnya belajar di kelas, alih-alih melakukan demonstrasi.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran