Sementara itu, Komite Yahudi Amerika atau American Jewish Committee (AJC) menyampaikan apresiasi kepada Paus Fransiskus karena mau meluangkan waktu untuk bertemu keluarga dari warga Yahudi Israel yang diculik Hamas. Namun, AJC tetap mempertanyakan komentar Paus yang melabeli tindakan Israel dan Hamas sama-sama sebagai terorisme.
“Pembantaian dan penculikan warga sipil oleh Hamas adalah terorisme. Pertahanan diri Israel tidak demikian. Vatikan, mohon klarifikasi,” kata AJC lewat akun X (Twitter) resminya.
Selain itu, Simon Wiesenthal Centre, sebuah organisasi hak asasi manusia Yahudi yang berbasis di AS, meminta Paus Fransiskus tidak melupakan bahwa jatuhnya banyak nyawa saat ini terjadi akibat serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. “Semua penderitaan dan kehilangan, baik keluarga sandera maupun warga sipil di Gaza ditanggung oleh teroris Hamas yang, pada tanggal 7 Oktober, melakukan pembunuhan massal tpaling brutal dan terburuk terhadap orang-orang Yahudi sejak kekalahan Nazi Jerman dan Perang Dunia II,” kata mereka.
Vatikan belum merilis tanggapan resmi atas kritik-kritik yang dilayangkan kepada Paus Fransiskus oleh organisasi-organisasi Yahudi. Sejauh ini jumlah warga Gaza yang terbunuh akibat serangan Israel yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 telah melampaui 14.500 jiwa. Mereka termasuk 6.000 anak-anak dan 4.000 perempuan. Sementara korban luka mencapai sekitar 33 ribu orang.
Sumber: republika
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda