Selanjutnya mengutip Wall Street Journal 17 September 2022, drone ini adalah pelaku pengeboman di gedung administrasi di Odesa.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa serangan drone ini akan terus berlanjut selama berbulan-bulan.
“Serangan-serangan ini akan terus terjadi untuk minggu bahkan bulan-bulan ke depan.
Rusia telah memesan ribuan unit drone Shahed 136 Iran menurut intelijen kami”, ucap Presiden Ukraina.
Baca Juga: F-16 Akan Jadi Drone di Masa Depan? AS Lakukan Uji Coba Terbangkan Fighting Falcon dengan AI
Benar, Rusia mendapat atau membeli drone ini dari Iran dan mulai menggunakannya sejak pertengahan tahun lalu.
Melihat begitu baiknya kemampuan Shahed 136, Rusia buat sendiri drone yang dinamai Geran 2.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!