ASPIRASIKU - Badai matahari yang sebelumnya diprediksi akan terjadi pada tahun 2025, kini diperkirakan akan datang lebih awal, yakni pada akhir tahun 2023.
Hal ini didukung oleh aktivitas matahari baru-baru ini, di mana terjadi pelepasan flare matahari yang kuat menuju Bumi.
Flare matahari dapat menyebabkan radiasi dan letusan massa korona (CME), yang dapat memicu badai geomagnetik.
Baca Juga: Fenomena El Nino Membawa Dampak di Indonesia: Kurangnya Hujan dan Ancaman Kebakaran Hutan
Badai matahari ini berpotensi mengganggu jaringan listrik dan infrastruktur lainnya.
Menurut NASA, puncak aktivitas matahari diperkirakan akan terjadi pada tahun 2025, namun Badan Oseanografi dan Atmosfer Nasional (NOAA) memprediksi akan terjadi antara Januari dan Oktober 2024.
Badai matahari dapat memiliki dampak serius pada teknologi dan infrastruktur, termasuk gangguan pada sistem komunikasi, navigasi satelit, dan jaringan listrik.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran