polhukam.id - Ketika Natal tiba, Betlehem, sebuah kota di Tepi Barat Palestina, selalu menjadi pusat perhatian. Umat Kristen percaya bahwa Yesus Kristus dilahirkan di wilayah ini.
Meskipun demikian, perayaan Natal di Betlehem tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya.
Perayaan Natal di Betlehemni seperti ini karena disebabkan oleh tindakan serangan Israel terhadap wilayah Tepi Barat dalam rangka operasi militer mereka di Gaza untuk menyerang Hamas.
Baca Juga: Anime Tayang Musim Dingin Januari 2024, Adaptasi Manhwa Satu Ini Paling Ditunggu!
Di Manger Square yang terkenal, tidak ada pohon cemara yang dihiasi. Karena tindakan Israel yang melarang kota itu, tidak ada turis atau peziarah dari seluruh dunia.
Sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Gaza, gereja-gereja di Betlehem mengganti hiasan Natal mereka dengan patung-patung tradisional yang mewakili keluarga suci di tengah puing-puing dan kawat berduri.
“Betlehem adalah sebuah pesan. Ini bukan sebuah kota, ini adalah pesan perdamaian bagi seluruh dunia. Dari tempat suci ini kami menyampaikan pesan perdamaian... hentikan perang, hentikan pertumpahan darah, pembunuhan dan balas dendam.” ungkap Pastor Ibrahim Faltas, biarawan pada acara vigili Natal, dikutip dari Reuters, Minggu, 24 Desember 2023.
Artikel Terkait
Lebih dari 300 Tentara AS Terluka: Mengapa Cedera Otak Jadi Ancaman Tersembunyi Perang Modern?
Mantan Direktur PBB Mundur Drastis: Dunia Sudah di Ambang Perang Nuklir, Ini Buktinya!
Mengungkap Pembungkaman di PBB: Alasan Mengejutkan di Balik Pengunduran Diri Mohamad Safa
Lelang Kapal Iran oleh Indonesia: Apa Dampak Nyata bagi Pasokan BBM Kita di Selat Hormuz?