polhukam.id - Kelompok militan Hamas dan sekutunya Jihad Islam menolak negosiasi usulan Pemerintah Mesir agar mereka melepaskan kekuasaan di Jalur Gaza dengan imbalan gencatan senjata permanen.
Penolakan itu diungkapkan oleh dua sumber keamanan Mesir kepada First Post News pada Selasa (26/12).
Pejabat dari Hamas dan kelompok Jihad Islam yang datang ke Kairo untuk bernegosiasi secara terpisah menjelaskan mengenai perundingan tersebut.
"Tidak akan ada negosiasi tanpa penghentian agresi sepenuhnya,"ungkap anggota biro politik Hamas, Izzat al Rishq, dilansir dari CN News.
"Kepemimpinan Hamas berupaya sekuat tenaga untuk mengakhiri agresi dan pembantaian rakyat kami sepenuhnya, bukan hanya sementara," katanya.
Sementara itu, seorang pejabat senior Jihad Islam yang mengetahui perundingan di Kairo juga berkomentar sama dnegan Izzat al Rishq.
Hamas dan Jihad Islam yang telah mengadakan pembicaraan terpisah dengan mediator di ibu kota Kairo, menolak menawarkan konsesi apapun selain kemungkinan pembebasan lebih banyak sandera yang ditangkap pada 7 Oktober silam.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran