Meskipun masih menjalin hubungan yang kuat dengan AS, Arab Saudi terus mengambil langkah sendiri. Hal tersebut didorong adanya kekhawatiran bahwa Washington kurang berkomitmen terhadap keamanan Teluk dibandingkan di pada masa lalu.
Sementara China merupakan pelanggan minyak terbesar Arab Saudi. China telah memimpin seruan agar BRICS berekspansi untuk menjadi penyeimbang terhadap negara-negara Barat.
Hal ini dapat memperkuat ambisi kelompok tersebut untuk menjadi pemimpin negara-negara Selatan, walaupun pada November lalu Argentina memberi isyarat akan menolak undangan untuk bergabung.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kaltenglima.com
Artikel Terkait
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah