Meskipun masih menjalin hubungan yang kuat dengan AS, Arab Saudi terus mengambil langkah sendiri. Hal tersebut didorong adanya kekhawatiran bahwa Washington kurang berkomitmen terhadap keamanan Teluk dibandingkan di pada masa lalu.
Sementara China merupakan pelanggan minyak terbesar Arab Saudi. China telah memimpin seruan agar BRICS berekspansi untuk menjadi penyeimbang terhadap negara-negara Barat.
Hal ini dapat memperkuat ambisi kelompok tersebut untuk menjadi pemimpin negara-negara Selatan, walaupun pada November lalu Argentina memberi isyarat akan menolak undangan untuk bergabung.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kaltenglima.com
Artikel Terkait
Hukuman Mati untuk Mantan Presiden Korsel: Fakta Mengejutkan di Balik Upaya Kudeta 2024
Rial Iran Rontok Parah: 1 Dolar AS = 1,1 Juta Rial, Apa Penyebabnya?
Meninggal di Usia 142 Tahun, Pria Saudi Ini Tinggalkan 134 Keturunan dan Pernikahan Terakhir di Usia 110!
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Pakar Rusia Ungkap Bentuk dan Medan Tempur yang Tak Disadari Banyak Orang