Para peneliti mengeksploitasi lebih dalam dan lebih jauh ketika para penambang menggali lebih dalam.
Setelah pertama kali mengunjungi Kidd Creek pada 1992, Barbara Sherwood Lollar dan timnya mengikuti indera penciumannya hingga ke bebatuan untuk menemukan berbagai rekahan dan retakan air mengalir.
Penelitian mereka menghasilkan observatorium ilmiah terdalam untuk cairan dan mikrobiologi dalam tanah.
Mereka selanjutnya mengirimkan sampel-sampel ke Universitas Oxford dan dilakukan pengujian dengan spektrometer massa.
Para peneliti tersebut menganalisis air yang ditemukan dan kemudian mempelajari gas yang terperangkap di sana.
Gas yang terperangkap di antaranya adalah helium dan xenon yang tersangkut di sela-sela batu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: surabaya.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang