Menurut Joko, konflik tersebut di antaranya dilatarbelakangi keinginan Rusia untuk mempertahankan buffer zone, perasaan persaudaraan Rusia dan Ukraina sebagai sesama negara pecahan Uni Soviet, serta serangan negara Barat kepada Rusia.
“Rusia itu tidak menghendaki Barat dalam hal ini Amerika Serikat untuk ekspansi sampai ke halaman depan dari Rusia. Dalam politik internasional, halaman depan yang dimaksud adalah buffer zone atau wilayah penyangga," kata Joko, Rabu (1/6/2022).
Joko menjelaskan, sebelum Ukraina, ada buffer zone yang juga diperebutkan oleh Rusia dan Barat yaitu Polandia. Akan tetapi pada akhirnya Polandia jatuh ke dalam genggaman Barat. Belajar dari pengalaman inilah, Rusia tidak ingin Ukraina juga masuk ke dalam genggaman Barat karena akan membuat buffer zone Rusia semakin menipis dan hal ini mengancam keamanan Rusia.
"Dalam perspektif Rusia, hal ini dikarenakan sama saja dengan mengundang rival-rival Rusia untuk berpapasan tepat di perbatasan Rusia," ujarnya.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?
Bill Gates & Dokumen Epstein: Fakta Mengejutkan Klaim Penyakit Kelamin yang Dibantah Tegas
Dibalik Panggung Saudi: MBS & Adiknya Berebut Pengaruh, Siapa yang Akan Menang?
10 Nama Besar yang Muncul dalam Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein: Dari Elon Musk hingga Pangeran Andrew