Menurutnya, beberapa solusi yang bisa dilakukan berkaitan dengan keinginan Rusia untuk mempertahankan buffer zone ini yaitu dengan menggagalkan keinginan Ukraina untuk masuk ke dalam NATO atau membentuk daerah penyangga baru. Hal ini juga yang melatarbelakangi Rusia mengakui kemerdekaan Ukraina bagian timur yaitu Donetsk dan Luhansk
Joko melanjutkan, Polandia juga pernah diperebutkan oleh Rusia dan Barat. Akan tetapi, karena Polandia bukan negara pecahan Uni Soviet, Rusia tidak sekeras itu dalam menyikapinya. Berbeda dengan Ukraina yang merupakan negara pecahan Uni Soviet, Rusia merasa masih bersaudara dengan Ukraina dan merasa dikhianati dengan keinginan Ukraina menjadi bagian dari NATO.
“Serangan Eropa (Barat) terhadap Rusia itu belum ada yang sukses. Ditambah lagi, Rusia juga dianggap sebagai negara superpower dan memiliki nuklir," ujarnya.
Menurutnya, hal itu pula lah yang melatarbelakangi Barat lebih tertarik untuk menyerang Rusia secara ekonomi. Meski begitu, nampaknya Rusia sudah mempersiapkan diri untuk menerima serangan ini dengan memanfaatkan ketergantungan Barat pada produk-produk Rusia seperti sumber energi, gandum, dan sebagainya.
Sumber: m.republika.co.id
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?
Bill Gates & Dokumen Epstein: Fakta Mengejutkan Klaim Penyakit Kelamin yang Dibantah Tegas
Dibalik Panggung Saudi: MBS & Adiknya Berebut Pengaruh, Siapa yang Akan Menang?
10 Nama Besar yang Muncul dalam Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein: Dari Elon Musk hingga Pangeran Andrew