HALLO.DEPOK.ID - Serangan AS-Inggris di Yaman: Kekhawatiran Pangeran Saudi MbS dan Eskalasi Konflik di Laut Merah.
Pada sebuah pernyataan resmi, Perdana Menteri dan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), dengan tegas mengekspresikan kekhawatirannya terkait serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Inggris terhadap milisi Houthi di Yaman.
Pernyataan ini menyoroti eskalasi konflik yang semakin meningkat di wilayah Laut Merah.
"Pangeran MbS mendesak semua pihak terlibat untuk menghindari eskalasi ketegangan di kawasan ini.
Baca Juga: Arab Saudi Buka Suara Terkait Bom Iran! Akankah Perang Semakin Meluas?
Meskipun pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas Laut Merah diakui, kebebasan navigasi harus dipertahankan demi kepentingan global," demikian bunyi pernyataan resmi Saudi, sebagaimana dikutip oleh CNN.
Pada saat yang sama, serangan ini berlangsung dalam konteks agresi brutal Israel terhadap Jalur Gaza, yang telah menelan korban lebih dari 23.200 warga Palestina sejak 7 Oktober.
Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman sejak pecahnya perang sipil pada 2014, merespons serangan AS-Inggris dengan serangan udara terhadap kapal perang di Laut Merah.
Artikel Terkait
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda
Harga BBM Vietnam Meledak 105%! Ini Dampak Konflik Timur Tengah 2026