Wakil Menteri Luar Negeri Yaman di rezim Houthi, Hussein Al Ezzi, memberikan peringatan keras kepada AS dan Inggris.
"Mereka pasti harus bersiap membayar harga yang mahal dan menanggung konsekuensi mengerikan dari agresi terang-terangan ini," ujarnya.
Baca Juga: Pangeran Arab Saudi Buka Suara Terkait Konflik Gaza dan Israel!
Konteks Seputar Serangan
Serangan AS dan Inggris ke Yaman diumumkan sebagai bagian dari upaya koalisi militer untuk menyerang 60 target milisi Houthi.
Komandan Pusat Angkatan Udara AS, Letnan Jenderal Alex Grynkewich, menyatakan bahwa lebih dari 100 amunisi berpemandu presisi digunakan selama serangan tersebut.
Target-target tersebut mencakup pusat komando dan kontrol, gudang amunisi, sistem peluncuran, fasilitas produksi, dan sistem radar pertahanan udara Houthi.
Namun, pejabat Houthi melaporkan bahwa serangan tersebut juga mengenai beberapa situs kunci mereka, termasuk Pangkalan Udara Al Dailami di Ibu Kota Sanaa, Bandara Internasional Hodeidah, markas militer di Saada, Bandara Internasional Taiz, dan sekitarnya di selatan Yaman, hingga bandara di kota Abs.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran