Wakil Menteri Luar Negeri Yaman di rezim Houthi, Hussein Al Ezzi, memberikan peringatan keras kepada AS dan Inggris.
"Mereka pasti harus bersiap membayar harga yang mahal dan menanggung konsekuensi mengerikan dari agresi terang-terangan ini," ujarnya.
Baca Juga: Pangeran Arab Saudi Buka Suara Terkait Konflik Gaza dan Israel!
Konteks Seputar Serangan
Serangan AS dan Inggris ke Yaman diumumkan sebagai bagian dari upaya koalisi militer untuk menyerang 60 target milisi Houthi.
Komandan Pusat Angkatan Udara AS, Letnan Jenderal Alex Grynkewich, menyatakan bahwa lebih dari 100 amunisi berpemandu presisi digunakan selama serangan tersebut.
Target-target tersebut mencakup pusat komando dan kontrol, gudang amunisi, sistem peluncuran, fasilitas produksi, dan sistem radar pertahanan udara Houthi.
Namun, pejabat Houthi melaporkan bahwa serangan tersebut juga mengenai beberapa situs kunci mereka, termasuk Pangkalan Udara Al Dailami di Ibu Kota Sanaa, Bandara Internasional Hodeidah, markas militer di Saada, Bandara Internasional Taiz, dan sekitarnya di selatan Yaman, hingga bandara di kota Abs.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda
Harga BBM Vietnam Meledak 105%! Ini Dampak Konflik Timur Tengah 2026