Sementara itu, Dr. As’ad Said Ali mengungkapkan bahwa sebenarnya, komunitas-komunitas Yahudi di berbagai dunia menolak membiayai perang Israel atas rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang masih berlangsung hingga saat ini.
“Komunitas Yahudi di berbagai negara dunia yang menolak membiayai perang Israel atas Gaza, serta mencari peluang di era globalisasi untuk memperkuat hubungan perdagangan global yang mendekatkan budaya dan peradaban serta meningkatkan perdamaian dan interaksi antar bangsa di dunia,” jelasnya.
Sampai saat ini diperkirakan korban jiwa dari rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat akibat serangan Israeli Defense Force (IDF) mencapai lebih dari 23.000 jiwa yang sebagian besarnya adalah anak-anak.
Perang atas Palestina juga telah melebar di perairan selatan Laut Merah antara kapal-kapal perang aliansi AS-Eropa dengan milisi-milisi Hauthi Yaman yang beraliran Syiah. Pertempuran ini telah mengganggu pelayaran di jalur perdagangan internasional, dan dapat berpengaruh pada perekonomian dunia. (Muqoddas).
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: senayanpost.com
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran