Kesepakatan tersebut menyusul kunjungan keluarga tawanan Israel yang ditahan di Gaza ke Qatar dan pertemuan dengan perdana menteri negara Teluk tersebut.
Qatar sebelumnya telah memediasi perundingan antara Israel dan Hamas yang berujung pada penghentian perang di Jalur Gaza selama seminggu pada bulan November lalu. Kesepakatan itu mencakup pembebasan sejumlah tawanan dengan imbalan pembebasan tahanan perempuan dan anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Pemboman dan serangan darat Israel sejak 7 Oktober telah menewaskan sedikitnya 24.285 warga Palestina – lebih dari 70 persen di antaranya adalah wanita serta anak-anak – dan melukai lebih dari 60.000 orang.
Dalam serangan gencarnya, Israel juga telah merusak infrastruktur sipil – termasuk rumah sakit, sekolah, dan kekayaan budaya. Tel Aviv juga memberlakukan pengepungan total terhadap wilayah kantong tersebut, melarang masuknya makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmassa.id
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!