Berdasarkan perjanjian yang disepakati, kedua negara tak hanya sekedar melaksanakan proses produksi komponen sistem peluru kendali pada rudal anti tank SPIKE.
Ada proses transfer of technology antara kedua belah pihak yang memiliki manfaat dalam jangka panjang.
Thailand sendiri akan menjadi tempat produksi dua varian SPIKE yakni SPIKE Non-Line-of-Sight (NLOS) dan SPIKE Extended Range (ER).
Perlu diketahui bahwa kerja sama ini merupakan fase pertama, dan akan berlanjut ke fase berikutnya jika berhasil.
Akan tetapi, itu semua tergantung pada kondisi Angkatan Bersenjata Thailand yang memperoleh lebih banyak sistem peluru kendali.
"Jika kerja sama pada fase pertama berhasil, kami akan melanjutkan ke fase kedua, di mana kami akan lebih meningkatkan transfer teknologi dan produksi," kata salah satu pejabat senior DTI sebagaimana dikutip polhukam.id dari laman Defence Security Asia pada Minggu, 21 Januari 2024.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?
Iran Tolak Mentah-Mentah! Ini Alasan Pengayaan Uranium Tak Bisa Ditawar AS di Oman
Dokumen FBI Bocor: Ternyata Ini Peran Sebenarnya Jeffrey Epstein untuk Mossad