Dua unit Leonardo AW189 yang dimiliki Malaysia saat ini digunakan oleh Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia (JBPM).
Kehadiran helikopter ini diharapkan dapat membuat pertahanan maritim negara tersebut semakin kuat.
Apalagi, konflik Laut Natuna Utara yang masih bergulir memicu potensi ancaman bagi sejumlah aset strategis milik mereka maupun negara tetangga tak terkecuali Indonesia.
Tak hanya helikopter, Malaysia juga sudah melakukan berbagai upaya untuk menjaga pertahanan maritim mereka.
Salah satunya dengan memperbarui kapal perang untuk melengkapi kapal perang yang sudah ada (dan nantinya menggantikan jika sudah memasuki masa pensiun operasi).
Termasuk di antaranya kapal pencegat cepat G2000 MK II yang diproduksi di dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!