"Tidak ada ampun bagi orang-orang fana ini," tulis Eliyahu dalam posting di X.
"Tangan besi yang akan menyerang mereka, adalah tangan yang akan membawa kedamaian dan sedikit kenyamanan serta memperkuat kemampuan kita untuk hidup damai dengan mereka yang menginginkan perdamaian," ujar dia.
Sementara itu, Sami al-Arian, direktur Pusat Islam dan Urusan Global di Universitas Istanbul Zaim, telah menggambarkan Israel sebagai "anjing gila (yang) tidak terkendali".
Dia menyebut Israel sebagai "negara teroris nakal" setelah pembunuhan Haniyeh di ibu kota Iran, Teheran.
"Ini bukan perilaku negara beradab yang diakui di seluruh dunia. Kita berbicara tentang dampak yang sangat signifikan yang akan ditimbulkan (pembunuhan ini)," ujar al-Arian kepada Al Jazeera.
Dia menekankan, "Ini adalah eskalasi yang sangat besar; apa yang terjadi kemarin di Lebanon, apa yang terjadi hari ini di Teheran. Ini adalah eskalasi oleh (Israel), dan itu akan memiliki konsekuensi yang signifikan.”
Al-Arian menyerukan AS untuk “menguasai negara pelanggar hukum ini” sebelum keadaan “benar-benar menjadi tidak terkendali”.
Rami Khouri, peneliti senior nonresiden di Arab Center Washington DC dan peneliti terkemuka di Universitas Amerika Beirut, berbicara kepada Al Jazeera tentang pembunuhan Haniyeh.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!