Dilansir dari Reuters, naiknya harga pangan dan energi, sebagian dipicu oleh perang di Ukraina, dapat membunuh jutaan orang, baik secara langsung maupun tak langsung. Peringatan ini disampaikan oleh Peter Sands, direktur eksekutif Dana Global untuk Pemberantasan AIDS, TBC, dan Malaria, pada Selasa (7/6/2022).
"Kekurangan pangan terjadi dalam 2 cara. Pertama, terjadi tragedi di mana orang-orang benar-benar mati kelaparan. Kedua, lebih banyak orang akan mengalami kekurangan gizi, sehingga mereka lebih rentan terserang penyakit yang ada," terangnya.
Menurutnya, seharusnya tak ada kesalahan 'klasik' dalam upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan pandemi dengan hanya memikirkan krisis yang menyerupai ancaman terbaru yang dihadapi dunia.
"Ini tak terdefinisi dengan baik, seperti sejumlah patogen yang muncul dengan gejala baru yang khas. Tapi itu bisa sama mematikannya," sambungnya.
Artikel Terkait
70.000 Pasukan Israel vs Iran: Benarkah Ini Tanda Kemunculan Dajjal?
Rahasia di Jari Khamenei: Inilah Ayat Al-Quran yang Selalu Menyertainya dan Makna Tersembunyi
Kepanikan di Bandara Dubai: Serangan Drone Iran Picu Kerusakan Parah dan Evakuasi Massal
BREAKING: Iran Konfirmasi Ali Khamenei Tewas Diserang, AS Klaim Bertanggung Jawab?