Dilansir dari Reuters, naiknya harga pangan dan energi, sebagian dipicu oleh perang di Ukraina, dapat membunuh jutaan orang, baik secara langsung maupun tak langsung. Peringatan ini disampaikan oleh Peter Sands, direktur eksekutif Dana Global untuk Pemberantasan AIDS, TBC, dan Malaria, pada Selasa (7/6/2022).
"Kekurangan pangan terjadi dalam 2 cara. Pertama, terjadi tragedi di mana orang-orang benar-benar mati kelaparan. Kedua, lebih banyak orang akan mengalami kekurangan gizi, sehingga mereka lebih rentan terserang penyakit yang ada," terangnya.
Menurutnya, seharusnya tak ada kesalahan 'klasik' dalam upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan pandemi dengan hanya memikirkan krisis yang menyerupai ancaman terbaru yang dihadapi dunia.
"Ini tak terdefinisi dengan baik, seperti sejumlah patogen yang muncul dengan gejala baru yang khas. Tapi itu bisa sama mematikannya," sambungnya.
Artikel Terkait
Selat Hormuz Meledak! AS Tembak & Sita Kapal Iran, Ancaman Perang Makin Nyata?
Iran Akui Kapalnya Disita AS: Ancaman Serangan Balasan yang Bisa Picu Perang Baru?
Kapal Iran Hancur Ditembak AS di Teluk Oman: Blokade Memicu Perang Baru?
Iran Tembak Kapal Dagang di Selat Hormuz: Blokade Total Ancam 20% Pasokan Minyak Dunia?