POLHUKAM.ID - Presiden Filipina, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr, memerintahkan seluruh menteri yang ada di kabinetnya untuk mundur.
Perintah ini dikeluarkan pada Kamis (22/5), usai sekutu presiden gagal memenangkan mayoritas kursi Senat yang diperebutkan dalam pemilihan 12 Mei.
Hal ini menyebabkan Marcos menghadapi lanskap politik dan legislatif yang terpecah, yang dapat menggagalkan upayanya untuk mendapatkan koalisi penggantinya di tahun 2028.
Perintah pengunduran diri ini dipandang sebagai langkah untuk mengatur ulang agenda politik, sekaligus menegaskan otoritasnya pada paruh kedua masa jabatannya.
21 Menteri Segera Mundur
Setidaknya 21 menteri yang dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif (setara Seskab) Lucas Bersamin, segera mengajukan pengunduran diri mereka atau menyatakan kesiapan mereka untuk melakukannya.
“Ini bukan tentang kepribadian. Ini tentang kinerja, keselarasan, dan urgensi. Mereka yang telah berprestasi dan terus berprestasi akan diakui. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Waktu untuk zona nyaman sudah berakhir,” kata Marcos dikutip dari AFP, Sabtu (24/5).
Sementara para menteri telah diminta untuk mengundurkan diri, kantor Marcos mengklarifikasi bahwa mereka akan tetap menjabat hingga penggantinya ditunjuk sehingga operasional pemerintah tidak terganggu.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran