Surat Terbuka Untuk Presiden Prabowo Subianto: Mendagri Bermain Api di Lautan Minyak, Pak Presiden, Kapan Tito Dicopot?
Oleh: Edy Mulyadi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Yang saya hormati, Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto,
Sebelumnya perkenankan saya memperkenalkan diri. Saya, Edy Mulyadi, jurnalis sekaligus warga negara biasa. Saya menulis surat ini dengan penuh keprihatinan. Sebagai anak bangsa yang sangat mencintai negeri ini.
Saya juga sangat ingin melihat Bapak berhasil memimpin Indonesia dengan kehormatan. Dengan keberpihakan kepada rakyat.
Bapak Presiden,
Surat terbuka Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada Bapak, sudah beredar luas. Saya termasuk yang membaca surat berjudul Pulau Kami, Harga Diri Kami. Isinya sungguh menyentuh. Sangat menggetarkan.
Surat itu bukan sekadar jeritan seorang gubernur. Ia juga pekikan rakyat Aceh yang merasa ditikam dari belakang. Empat pulau yang mereka miliki, jaga, dan rawat sejak masa Kesultanan Aceh, tiba-tiba dipindahkan begitu saja ke Sumatera Utara. Tidak ada musyawarah. Tidak ada dialog. Hanya sepucuk SK dari Mendagri Tito Karnavian.
Apakah ini sekadar kekeliruan administratif? Atau memang ada maksud lain yang lebih dalam?
Tito bagai hendak merobek luka lama yang pernah Jakarta dan Aceh jahit bersama. Beruntung Bapak mengambil putusan cepat dan tepat. Mengembalikan kepemilikan empat pulau tersebut ke pangkuan Aceh. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya buat Bapak Presiden.
Bapak Presiden,
Tentu Bapak sangat mengenal Tito Karnavian. Namun di sini izinkan saya mengingatkan kembali, siapa sosok itu. Ketika menjadi Kapolri, Tito membentuk Satgasus Merah Putih. Unit ini disebut-sebut sebagai “negara dalam negara”. Berkekuatan besar, tanpa akuntabilitas publik. Satgasus pernah melahirkan Ferdy Sambo. Tokoh kelam dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang mengguncang negeri ini.
Satgasus itu, menurut berbagai laporan, terlibat dalam bermacam bisnis kotor: judi offline dan online, tambang ilegal, narkoba, hingga kekuasaan gelap. Berbagai kejahatan itu bisa tetap melenggang, disebut karena dapat jaminan keamanan dari Satgasus.
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali