Lagi-lagi, laboratorium punya jawaban lain.
Dalam gelar perkara diketahui jika hasil laporan toksikologi terhadap sampel tubuh korban menunjukkan hasil negatif untuk semua jenis racun, narkotika, atau zat berbahaya lainnya.
Pemeriksaan ini mencakup spektrum luas zat yang bisa melumpuhkan atau membunuh.
Sehingga polisi pun memastikan jika tidak ada intervensi zat kimia dari luar yang menyebabkan kematian.
Autopsi Mengungkap Sebab Asli, Bukan Rekayasa
Banyak yang bertanya, jika tidak ada tanda kekerasan, lalu apa yang terjadi? Jawaban medis dari tim autopsi menjadi pilar terakhir yang meruntuhkan semua keraguan.
Faktanya diketahui jika korban dipastikan meninggal karena asfiksia, yaitu kondisi fatal akibat tubuh kekurangan pasokan oksigen.
Penyebab ini konsisten dengan bukti-bukti di TKP yang menunjukkan tindakan tersebut dilakukan oleh korban pada dirinya sendiri.
Tidak ada luka memar akibat perlawanan, tidak ada patah tulang, dan tidak ada tanda kekerasan dari pihak ketiga.
Kematian disebabkan oleh mekanisme internal (gagal napas), bukan serangan eksternal.
Dengan tiga pilar kokoh ini—sidik jari, toksikologi, dan autopsi—polisi secara definitif menutup pintu bagi segala kemungkinan tindak pidana.
Kasus ini bukan lagi sebuah misteri pembunuhan yang belum terpecahkan.
Ini adalah sebuah tragedi personal yang telah dikonfirmasi oleh metode ilmiah yang paling akurat.
Saatnya berhenti berteori dan mulai menerima kenyataan yang, meskipun pahit, adalah kebenaran satu-satunya.
CATATAN REDAKSI:
Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan hal serupa. Jika Anda atau teman Anda menunjukkan adanya gejala depresi yang mengarah ke bunuh diri, silakan menghubungi psikolog atau layanan kejiwaan terdekat. Anda juga bisa menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan Massal Peserta BPJS Dinilai Konyol dan Rugikan Negara, Ini Dampaknya!
Video Viral Winda Can: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Jebakan yang Harus Diwaspadai