“Saya dikabari pihak pesantren jam delapan pagi. Saat tiba di RSUD Leuwiliang jam 10.00 WIB, anak saya sudah di ICU dalam kondisi wajah hancur,” ucap Deni saat dihubungi VIVA Kamis, 18 September 2025,
“Keterangan dari dokter RSUD Leuwiliang, ada patah di bagian dagu, retak di bagian pipi kiri kanan, hidung hancur dan luka di jidat dan pendarahan di kepala,” ungkap Deni dengan nada pilu.
Setibanya di RSUD Ciawi, ungkap Deni, dokter juga menemukan adanya pendarahan di lambung yang diduga akibat pemukulan sebelumnya.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa Fadil sempat mengalami kekerasan berulang sebelum insiden fatal pada 11 September.
Laporan Polisi dan Proses Hukum
Keluarga korban tidak tinggal diam. Mereka langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Leuwiliang dengan nomor laporan LP.B/231/IX/2025/SPKT/JBR/POLRES BOGOR/POLSEK LEUWILIANG. Dugaan penganiayaan berat tersebut mengacu pada Pasal 351 Ayat 2 KUHP.
Menurut Deni saat ini polisi telah berhasil meringkus satu pelaku. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor menyatakan penyelidikan masih berjalan.
Saat ini jenazah Fadil telah dimakamkan di kampung halaman ibunya di Purbalingga, Jawa Tengah. Prosesi pemakaman digelar pada Rabu, 18 September 2025 malam sekitar pukul 22.00 WIB.
“Kami sudah buat laporan ke polisi, sekarang biarkan proses hukum berjalan,” tandas Deni.
Sumber: VIVA
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!