Selain itu, pada April lalu, kekerasan seksual dan pencabulan juga terjadi di pondok pesantren di Tulungagung, Jawa Timur. Seorang pria berinisial AIA (26 tahun) ditetapkan sebagai tersangka karena mencabuli sejumlah santri.
Studi: Santri Laki-laki Lebih Rentan Alami Kekerasan Seksual
Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dalam laporan yang dipublikasikan pada Juli lalu mengungkapkan bahwa santri laki-laki justru lebih rentan mengalami kekerasan seksual dibanding santri perempuan.
Ajakan untuk Menjaga dan Menghargai Pesantren
Nasaruddin mengajak masyarakat untuk memelihara pondok pesantren dan menghargai jasa-jasanya. Ia mencatat, saat ini total jumlah pesantren di Indonesia mencapai 42.369, yang semuanya merupakan lembaga swasta dengan pendanaan yang sangat terbatas.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin juga menyinggung peristiwa ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 September lalu. Insiden yang menewaskan lebih dari 60 orang tersebut disebutnya memiliki hikmah, salah satunya adalah tumbuhnya kesadaran bahwa pesantren membutuhkan perhatian dan anggaran dari pemerintah untuk melanjutkan operasionalnya.
"Saya ingin mengingatkan kita semuanya ya, begitu banyak orang beriung-riung memasukkan anaknya ke pondok pesantren karena di situ ada ketulusan, keikhlasannya, bahkan banyak yang gratis," pungkas Nasaruddin.
Artikel Terkait
Bukan Dibangun Pakai Uang Rakyat! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Masjid Jokowi di Abu Dhabi
Bayar Utang Whoosh dengan Uang Koruptor? Ini Rencana Kontroversial Prabowo
Maxim Indonesia: Rahasia Pesan & Daftar Driver untuk Hasilkan Cuan!
Prabowo Gaspol! Whoosh Tak Cuma ke Surabaya, Tapi Diteruskan Sampai Ujung Jawa Timur