"Kendati begitu, posisi mereka saat copras capres sudah menjadi elit nasional. Dengan jabatan yang mentereng," terang Dian.
Tak hanya itu, RK juga bukan seorang pengusaha. Sebagaimana sudah menjadi rahasia umum, selain elektabilitas, juga dibutuhkan isi "tas".
Hal itu dikarenakan pilpres di Indonesia tidak berbiaya murah. Selain karena demografi yang luas, ada faktor non teknis lainnya yang menyebabkan dibutuhkan biaya besar untuk pilpres.
"Dari data Insis per April 2022, diketahui elektabilitas RK di Jawa Barat cukup memang cukup moncer. Dia mengalahkan nama-nama seperti Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo. Kendati demikian, bukan suatu mustahil RK mematahkan argumentasi dan data-data di atas. Termasuk di antaranya membalikan cibiran bahwa RK hanya capres untuk Jawa Barat saja. Untuk itu, dibutuhkan kerja ekstra luar biasa dari RK agar hal itu terwujud," pungkas Dian.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra
Misteri Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Terungkap: Ini Kata Puslabfor Polri
Tessa Mariska Bocorkan Identitas Ayah Kandung Ressa: Rapper Eksis Ini Diduga Kuat!