Warganet dan analis menyoroti kemiripan pola aksi ini dengan Solomon Henderson, pelaku penembakan di Antioch High School, Nashville, AS, pada Januari 2025. Henderson merupakan bagian dari komunitas daring ekstrem kanan "Terrorgram" yang aktif menyebarkan simbol supremasi kulit putih, termasuk gestur "OK". Kesamaan ini mengindikasikan kemungkinan peniruan modus operandi.
Akun Dikunci dan Penyelidikan Siber Diperdalam
Setelah viral, akun TikTok @doomedashes segera dikunci dan semua kontennya dihapus. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan tim siber dan Densus 88 sedang menelusuri rekam jejak digital akun tersebut untuk memastikan keterkaitannya dengan pelaku. Sumber sekolah menyebut pelaku diduga siswa kelas XII, namun identitasnya belum dikonfirmasi resmi.
Analisis: Potensi Paparan Ekstremisme Daring pada Remaja
Para pengamat keamanan siber menilai kasus ini menunjukkan potensi bahaya paparan ideologi kekerasan global melalui internet. Raka Pramudita, Analis Media Digital Universitas Paramadina, menjelaskan bahwa komunitas ekstrem kanan global aktif menggunakan platform seperti TikTok, Discord, atau Telegram untuk menyebarkan pesan kebencian. Ia menekankan pentingnya pengawasan aktif dan edukasi literasi digital bagi pelajar.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga saat ini, Polri belum menetapkan tersangka resmi. Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, TNI AL, dan Densus 88 masih melakukan pendalaman forensik terhadap barang bukti di lokasi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan seluruh latar belakang, motif, serta kemungkinan keterhubungan dengan jaringan luar negeri masih terus didalami.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Beri Ultimatum Terakhir ke Pandji Pragiwaksono: Minta Maaf atau Berurusan dengan Hukum!
Wamenag Tegas Larang Sweeping Rumah Makan Saat Puasa: Ini Aturan Baru yang Wajib Ditaati!
Modus Mengerikan di Ponpes Jepara: Nikah Rahasia & Dalih Pengobatan untuk Pencabulan Terbongkar
Tantangan Logistik 2026: Solusi Fleet Management Ini Bisa Hemat Biaya Hingga 25%!