Menteri Keuangan Ungkap Modus Underinvoicing, Barang Impor Rp117 Ribu Dijual Rp50 Juta
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan indikasi kuat praktik underinvoicing yang merugikan penerimaan negara. Dalam kasus mencolok ini, harga barang impor yang dilaporkan hanya Rp117.000, ternyata dijual dengan harga mencapai Rp40 hingga 50 juta di platform e-commerce.
Temuan Langsung di Lapangan
Temuan ini didapatkan Purbaya saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBCTMP) Tanjung Perak dan Kantor Balai Laboratorium Bea dan Cukai (KBLBC) Kelas II Surabaya pada Selasa, 11 November 2025.
Melalui video di akun TikTok resminya, Purbaya membeberkan contoh nyata berupa mesin impor. Nilai pabean mesin tersebut hanya dicantumkan sebesar 7 dolar AS atau setara Rp117.117 (mengasumsikan kurs Rp16.730). Padahal, setelah dilakukan pengecekan harga pasar di berbagai marketplace, harga mesin serupa berkisar puluhan juta rupiah.
"Pemeriksaan kontainer bagus hasilnya. Waktu periksa kontainer ada yang menarik, harganya kayak murahan. Masa harga barang sebagus itu cuma 7 dolar AS, di marketplace Rp40-50 juta. Nanti di cek lagi," ujar Purbaya dalam video yang dikutip pada Kamis, 13 November 2025.
Artikel Terkait
Anak Tega Bunuh Ayah Kandung di Bulukumba, Motifnya Bikin Merinding!
Video Teh Pucuk Harum 1 Menit 50 Detik: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Palsu yang Wajib Diwaspadai!
Video Viral 7 Menit Kasir Indomaret: Hoax atau Nyata? Ini Fakta dan Bahaya Link Palsunya!
Gempa M 7.1 Guncang Talaud: Panik 30 Detik, Ini Dampak dan Ancaman Susulan yang Diwaspadai BNPB