Dalam upaya mencari penyelesaian, pihaknya mengusulkan pendekatan yang disebut Marcos Way. Pendekatan ini menekankan aspek kemanusiaan sebagai pilar utama penyelesaian konflik.
"Menyediakan jalan keluar berupa kesempatan menjalani perawatan medis di luar negeri dapat menjadi solusi yang elegan dan manusiawi. Ini yang kami tawarkan," tuturnya.
Dia menerangkan bahwa pendekatan ini dinilai mampu mencapai dua tujuan sekaligus. Pertama, menjaga ketenangan publik dan mencegah eskalasi konflik. Kedua, memberikan ruang penghormatan dan perlindungan kesehatan bagi pihak yang bersangkutan.
Konsultasi dengan Para Ahli dan Akademisi
Dokter Tifa mengungkapkan bahwa gagasan penghentian penyidikan serta fasilitas berobat ini merupakan hasil konsultasi ilmiah. Gagasan ini rencananya akan disampaikan dalam forum bersama Komisi Percepatan Reformasi Polri.
"Kami telah berkonsultasi dengan sekitar 30 profesor dan doktor dari berbagai disiplin ilmu. Mereka berdiskusi intens mengenai bagaimana penegakan kasus ini dan solusi terbaik untuk penyelesaiannya," jelasnya.
Solusi yang ditawarkan, menurutnya, adalah pilihan yang tidak merendahkan siapapun. Sekaligus, membuka jalan bagi negara untuk memfokuskan energi pada agenda pembangunan ke depan.
Artikel Terkait
Anak 3 Tahun Dilecehkan di Penahanan AS: Ini Bukti Sistemnya Gagal Total?
Jokowi & Prabowo Beri Sinyal Keras ke AS: Batal Kirim Bantuan 17 Triliun ke BoP?
Ruben Onsu & Betrand Pindah ke Belanda? Ini Alasan Mengejutkan & Persiapan Mereka!
KPK Patuh! MK Batasi Wewenang Hitung Kerugian Negara, Hanya BPK yang Sah?