PSI Gagal Masuk Senayan Meski Dua Kali "Jual Nama Jokowi", Ahmad Ali: Siapa yang Bodoh?
POLHUKAM.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terbuka mengakui menjadikan sosok Joko Widodo (Jokowi) sebagai panutan dan simbol dalam berpolitik. Namun, strategi mengandalkan "brand" Jokowi dalam dua kali pemilu ternyata belum mampu mengantarkan PSI menjadi partai papan atas di Indonesia.
Kegagalan Strategi "Jual Nama Jokowi" di Pemilu
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, mengungkapkan keheranannya mengapa partainya tidak pernah lolos ke parlemen meski telah menggunakan nama dan foto Jokowi secara intensif dalam kampanye. Sementara, partai lain yang juga membawa-bawa nama Jokowi berhasil meraih kursi di Senayan.
"Dua kali kita ikut pemilu, menjual nama Pak Jokowi. Dua kali kita ikut pemilu, memasang foto Pak Jokowi. Tapi, partai-partai lain yang membawa Pak Jokowi, semua lolos, hanya PSI yang tidak lolos. Siapa yang bodoh?" ujar Ali dalam Rakorwil PSI Se-Sultra di Kendari, Jumat (21/11/2025).
PSI dan Ketergantungan pada Figur Jokowi
Ali menyadari bahwa PSI tidak ada apa-apanya tanpa Jokowi. Ia menegaskan bahwa Jokowi adalah "emas" dan contoh hidup bagi politisi. Harapannya, PSI ke depan dapat melahirkan "Jokowi-Jokowi muda" dari tingkat daerah, khususnya dari kampung dan desa, yang mencerminkan jalan politik sang mantan presiden.
"Ini adalah contoh hidup bagi para politisi. Dan kita mau dari Partai Solidaritas Indonesia, akan lahir Jokowi-Jokowi muda," tegas Ali.
Artikel Terkait
Viral! Pesta Miras dan Dugem di Halaman Puskesmas, Dinkes Buka Suara Soal Fakta Mengejutkan Ini
Atalia Praratya Buka Suara: Ini Alasan Isu Lisa Mariana & Aura Kasih Tak Masuk Gugatan Cerai Ridwan Kamil
Partai Demokrat Buka Suara: Roy Suryo Bukan Kader, SBY Dituding Dalang Ijazah Jokowi?
Insanul Fahmi Buka Bukti Nikah Siri dengan Inara Rusli di Podcast Richard Lee, Ini Isinya!