"Kita harus berdiri untuk tatanan di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hak segelintir pihak, melainkan hak semua," jelas Sidharto mengutip pernyataan Presiden Prabowo.
Tema "Presidency for All" dan Fokus Kepemimpinan
Di tahun peringatan ke-20 Dewan HAM PBB, Indonesia mengusung tema "Presidency for All". Fokus kepemimpinan ini menekankan pendekatan inklusif dan partisipatif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.
"Saya berkomitmen membangun kerja Dewan HAM yang lebih efektif, inklusif, dan dapat diakses oleh semua pihak," tegas Sidharto. Komitmen ini mencakup pencegahan diskriminasi, promosi kesetaraan gender, serta peningkatan partisipasi negara kurang berkembang (LDCs) dan negara kepulauan kecil (SIDS).
Memperkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 memperkuat posisi Jakarta sebagai aktor kunci dalam diplomasi multilateral. Langkah ini juga mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap peran Indonesia sebagai penyeimbang dan bridge builder dalam isu-isu hak asasi manusia global.
Indonesia bertekad untuk melanjutkan agenda efisiensi kerja Dewan HAM dan menciptakan ruang dialog yang saling menghormati bagi semua negara.
Artikel Terkait
Ibu Tiri di Sukabumi Aniaya Anak Tiri 12 Tahun Hingga Tewas: Motifnya Bikin Geram!
Ribuan Pick Up Mahindra Sudah Sandar di Priok, GMNI Soroti Anomali Instruksi DPR!
Geger! Suami Dwi Sasetyaningtyas Dikejar Utang LPDP Rp3,6 Miliar, Bunga Masih Berlari
Surya Paloh dan NasDem di Pilpres 2029: Poros Kunci atau Penentu Kekalahan?