Selain kendaraan, berbagai barang berharga turut dijarah. Beberapa di antaranya adalah patung Iron Man ukuran besar, perabotan rumah tangga, pakaian branded, lampu dekoratif, serta dokumen vital seperti ijazah dari SD hingga gelar doktor dan sertifikat bangunan.
Sahroni Tegaskan: "Saya Tidak Korupsi"
Dengan nada emosional, Sahroni menegaskan posisinya dalam kesaksiannya. "Saya tidak menyangka. Ini sejarah baru, Yang Mulia. Saya tidak korupsi tapi saya dijarah," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan klaimnya bahwa ia adalah korban, bukan pelaku kejahatan korupsi.
Peristiwa penjarahan ini terjadi di tengah eskalasi unjuk rasa besar yang melanda Jakarta. Rekaman video kerusuhan yang beredar luas menunjukkan massa merusak kendaraan dan menerobos masuk ke area rumahnya.
Proses Hukum dan Pengembalian Barang
Kepolisian sebelumnya mengonfirmasi bahwa sebagian kecil barang yang dijarah telah dikembalikan oleh warga. Namun, jumlahnya tidak signifikan dibandingkan total kerugian yang dilaporkan. Penyidikan terhadap para pelaku penjarahan disebut masih terus berjalan hingga kini.
Persidangan ini menghadirkan kembali rangkaian peristiwa dramatis yang memicu kerusuhan massal, sekaligus mengungkap besarnya dampak materiil dan non-materiil yang dialami oleh korban.
Artikel Terkait
Residivis Ponorogo Gagal Move On: Bebas 3 Jam Langsung Bobol Rumah Tetangga, Ini Kronologi Mengejutkannya!
Waspada! Nestle Tarik 800+ Susu Formula di 60+ Negara, Cek Produk Anda Sekarang!
Panic Kit Dharma Pongrekun: Siapkan 7 Barang Ini untuk Bertahan Hidup Saat Krisis!
Wamen PPPA Buka Suara: Pelecehan Seksual di Tenda Pengungsian Korban Banjir Sumatera Terungkap!