Diplomasi Bebas Aktif dengan Pendekatan Realistis
Meski tetap berpijak pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, Sugiono menekankan bahwa prinsip ini tidak bisa dijalankan secara kaku. Diplomasi Indonesia harus diarahkan pada kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme.
Diplomasi realistis, lanjutnya, bukan berarti meninggalkan nilai-nilai, tetapi menyesuaikan pendekatan dengan ancaman dan peluang yang berkembang di tengah dunia yang sarat tekanan.
Konteks Global: Ketegangan di Venezuela dan Iran
Pernyataan Menlu Sugiono ini disampaikan dalam konteks perkembangan global yang dinamis, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS awal Januari 2026 dan isyarat serangan AS ke Iran oleh Presiden Donald Trump di tengah demonstrasi massal yang terjadi di negara tersebut.
Sugiono mengingatkan bahwa dinamika di luar negeri akan cepat atau lambat berdampak pada kehidupan sehari-hari di dalam negeri, sehingga kesiapan dan ketahanan mutlak diperlukan.
Artikel Terkait
Habib Rizieq Berang! Pandji Didesak Minta Maaf & Netflix Cabut Tayangan Ini
Viral! FPI Laporkan Pandji Pragiwaksono ke Polisi: Ini Isi Kontroversi Mens Rea yang Dituduh Hina Salat
Guru Acungkan Celurit, Siswa Pukul Balik: Fakta Lengkap Insiden Viral SMKN 3 Tanjabtim
Cara Kilat Bikin PPT Pro dari Dokumen: Panduan AI PPT Maker 2025