Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Makassar, M. Arif, telah membenarkan jumlah 11 orang di dalam pesawat. "Delapan kru dan tiga penumpang yang ikut di atas on board, jumlahnya 11," ujarnya.
Lokasi dan Kronologi Hilang Kontak
Arif menjelaskan bahwa berdasarkan koordinat terakhir dari ATC, pesawat ATR 400 terdeteksi terakhir kali di wilayah Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Tim SAR telah membentuk Posko SAR Gabungan di daerah Bantimurung untuk memimpin pencarian. Laporan hilang kontak pertama kali diterima Basarnas Makassar sekitar pukul 13.17 WITA.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, memberikan penjelasan detail kronologinya. Pesawat ATR 400 sedang diarahkan untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Dalam prosesnya, pesawat teridentifikasi keluar dari jalur pendekatan yang seharusnya.
"ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi," tulis Lukman. Setelah beberapa instruksi lanjutan diberikan agar pesawat kembali ke jalur prosedur, komunikasi dengan pesawat secara tiba-tiba terputus. Menindaklanjuti hal ini, ATC kemudian mendeklarasikan fase darurat atau DETRESFA (Distress Phase).
Proses Pencarian Masih Berlangsung
Hingga saat ini, proses pencarian pesawat ATR 400 yang hilang kontak di Maros masih terus dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Basarnas berkomitmen untuk memberikan perkembangan informasi terbaru terkait kondisi pencarian dan para korban.
Artikel Terkait
Hoaks Viral! Penkopassus Buka Suara Soal Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan Polisi! Apa Isi Kontroversi Video Ceramah JK yang Bikin Heboh?
Forklift 2024: Solusi Cerdas Atasi Tantangan Logistik & Tingkatkan Efisiensi 300%?
Hubungan Kanada-AS Retak: Mengapa Sekutu Terdekat Kini Jadi Ancaman Terbesar?