Logo Babi di Acara Maulid Nabi: Intrik Politik atau Pelecehan Agama? Ini Analisis dan Tuntutannya

- Selasa, 21 April 2026 | 06:25 WIB
Logo Babi di Acara Maulid Nabi: Intrik Politik atau Pelecehan Agama? Ini Analisis dan Tuntutannya

Indikasi Intrik Politik dan Pelecehan Agama: Sorotan Terhadap Kontroversi Logo 'Bagong Mogok'

Pengamat Kebijakan Umum Hukum dan Politik, Damai Hari Lubis, memperingatkan adanya indikasi intrik politik yang berpotensi mengganggu stabilitas negara di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Peringatan ini disampaikan menyusul kontroversi penggunaan logo kepala babi dan nama ormas "Bagong Mogok" (bahasa Sunda untuk babi hutan) dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Damai Hari Lubis, yang juga Koordinator Korlabi (Komando Pelaporan Bela Islam), menegaskan bahwa peristiwa ini bukan hanya bentuk pelecehan terhadap ajaran Islam, tetapi juga bagian dari agenda konspirasi politik yang lebih besar.

Asal-Usul Kontroversi: Komunitas Bagong Mogok dan Pejabat KPK

Kontroversi berawal dari kegiatan komunitas Bagong Mogok yang didirikan oleh Asep Guntur Rahayu, Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komunitas yang menggunakan logo kepala babi ini diketahui kerap mengadakan kegiatan kemanusiaan, termasuk dalam rangka peringatan Maulid Nabi.

Lubis menilai penggunaan simbol sensitif tersebut adalah bentuk provokasi yang dapat memecah belah umat dan mengancam stabilitas nasional, terutama pada dua tahun awal pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dua Tuntutan Korlabi kepada Presiden Prabowo Subianto

Halaman:

Komentar