Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyuarakan kritik keras. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Saleh Husin, menilai impor CBU berisiko melemahkan ekosistem otomotif nasional.
"Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda bagi perekonomian," tegas Saleh.
Ia memperingatkan bahwa dominasi kendaraan impor CBU dapat menekan industri komponen dalam negeri dan melemahkan agenda hilirisasi. Bahkan, Saleh menyatakan, "Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh."
Kadin pun mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan kebijakan impor 105.000 unit kendaraan niaga tersebut.
Pertanyaan Mendasar di Tengah Program Hilirisasi
Secara regulasi, impor kendaraan ini sah. Namun, dari sisi kapasitas industri, muncul pertanyaan mendasar: mengapa kebutuhan 105.000 unit tidak diarahkan untuk menggerakkan pabrik dalam negeri yang kapasitasnya mencapai 400.000 unit/tahun?
Keputusan ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah dorongan pemerintah untuk hilirisasi dan industrialisasi. Pilihan antara memaksimalkan kapasitas domestik atau membuka keran impor saat ruang produksi masih tersedia, menjadi ujian bagi kebijakan industri nasional.
Artikel Terkait
Hasil Uji Forensik Ijazah Jokowi Terungkap: Ini Kata Labfor Polda Metro Jaya Soal Kertas, Embos, dan TTD
Syekh Ahmad Al Misry Terungkap: Modus Beasiswa, Pelecehan di Tempat Ibadah, dan Penyalahgunaan Ayat
Mata Andrie Yunus Terancam Buta: Benarkah Hanya Dendam Pribadi Seperti Klaim TNI?
Video Viral Zahra Seafood 6 Menit 40 Detik: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Palsu yang Mengintai