Impor 105.000 Pikap India: Benarkah Membunuh Industri Otomotif Nasional?

- Minggu, 22 Februari 2026 | 16:25 WIB
Impor 105.000 Pikap India: Benarkah Membunuh Industri Otomotif Nasional?

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyuarakan kritik keras. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Saleh Husin, menilai impor CBU berisiko melemahkan ekosistem otomotif nasional.

"Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda bagi perekonomian," tegas Saleh.

Ia memperingatkan bahwa dominasi kendaraan impor CBU dapat menekan industri komponen dalam negeri dan melemahkan agenda hilirisasi. Bahkan, Saleh menyatakan, "Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh."

Kadin pun mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan kebijakan impor 105.000 unit kendaraan niaga tersebut.

Pertanyaan Mendasar di Tengah Program Hilirisasi

Secara regulasi, impor kendaraan ini sah. Namun, dari sisi kapasitas industri, muncul pertanyaan mendasar: mengapa kebutuhan 105.000 unit tidak diarahkan untuk menggerakkan pabrik dalam negeri yang kapasitasnya mencapai 400.000 unit/tahun?

Keputusan ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah dorongan pemerintah untuk hilirisasi dan industrialisasi. Pilihan antara memaksimalkan kapasitas domestik atau membuka keran impor saat ruang produksi masih tersedia, menjadi ujian bagi kebijakan industri nasional.

Halaman:

Komentar