APBN 2026 Langsung Defisit Rp54,6 Triliun di Bulan Pertama: Bahaya atau Wajar?

- Senin, 23 Februari 2026 | 12:25 WIB
APBN 2026 Langsung Defisit Rp54,6 Triliun di Bulan Pertama: Bahaya atau Wajar?

Pernyataan dan Evaluasi Pemerintah

Meski defisit melebar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi APBN masih terkendali. "Dengan dinamika yang signifikan, posisi defisit APBN hingga 31 Januari 2026 sebesar Rp54,6 triliun, masih terkendali," ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa pada Senin, 23 Februari 2026.

Selain defisit anggaran, keseimbangan primer APBN juga mencatatkan defisit di awal tahun ini, yaitu sebesar Rp4,2 triliun atau 4,7 persen terhadap total APBN.

Apa Artinya bagi Perekonomian?

Defisit APBN di awal tahun dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti percepatan penyaluran belanja pemerintah untuk program prioritas atau realisasi pendapatan negara yang biasanya terkonsentrasi di pertengahan hingga akhir tahun. Pemerintah akan terus memantau perkembangan ini untuk memastikan kesehatan fiskal Indonesia tetap terjaga sepanjang tahun 2026.

Halaman:

Komentar