Kereta Cepat Whoosh Baru Balik Modal 100 Tahun Lagi? Ini Analisis Mengejutkan Indef

- Senin, 23 Februari 2026 | 18:25 WIB
Kereta Cepat Whoosh Baru Balik Modal 100 Tahun Lagi? Ini Analisis Mengejutkan Indef
Proyek Kereta Cepat Whoosh Dinilai Baru Balik Modal dalam 100 Tahun - Analisis Indef

Proyek Kereta Cepat Whoosh Dinilai Baru Balik Modal dalam 100 Tahun

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyerukan perlunya evaluasi mendalam terhadap proyek kereta cepat Whoosh. Lembaga ini memprediksi periode balik modal atau payback period proyek tersebut bisa mencapai lebih dari 100 tahun.

Kesenjangan Besar antara Utang dan Penerimaan

Ekonom Indef, Esther Sri Astuti, menyatakan bahwa terdapat kesenjangan yang sangat besar antara jumlah utang pemerintah untuk membiayai Whoosh dengan potensi penerimaannya. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Senin, 23 Februari 2026.

Pentingnya Monitoring dan Evaluasi Ketat

Esther menekankan bahwa strategi utama untuk meminimalkan potensi kerugian adalah melalui monitoring dan evaluasi proyek secara konsisten. Pengawasan dapat dimulai dengan cara sederhana, seperti membandingkan kualitas hasil pekerjaan dengan harga pasar yang berlaku sebagai indikator awal deteksi penyimpangan. Jika ditemukan kejanggalan, langkah penegakan hukum harus menyusul.

Kerugian Konsorsium dan Payback Period yang Panjang

Aspek pembiayaan Whoosh juga menjadi sorotan. PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku konsorsium pemegang 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ditaksir telah mengalami kerugian hingga lebih dari Rp4 triliun.

Berdasarkan tingkat okupansi atau keterisian penumpang Whoosh saat ini, perhitungan menunjukkan periode pengembalian modal yang sangat lama. "Saya pernah menghitung sekitar lebih 100 tahun lebih dengan tingkat okupansi Whoosh seperti sekarang," pungkas Esther Sri Astuti.

Komentar