Dokumen Epstein yang Hilang: Bukti Kuat Transparansi AS Hanya untuk Rakyat Biasa?

- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00 WIB
Dokumen Epstein yang Hilang: Bukti Kuat Transparansi AS Hanya untuk Rakyat Biasa?

Schumer, Pemimpin Mayoritas Senat AS, menyebut tindakan ini sebagai "salah satu upaya penutupan terbesar dalam sejarah Amerika." Media internasional seperti Le Monde dari Prancis menyebutnya "aib bagi masyarakat beradab."

Korban, Jessica Michaels, memberikan pernyataan pedas: "Departemen Kehakiman ini sebenarnya menutup mata seluruh rakyat Amerika." Sementara korban lain, Hayley Robson, menulis dalam surat kepada pengadilan bahwa "ketidakkooperasian" yang berkelanjutan ini memperpanjang budaya kerahasiaan yang membiarkan kejahatan lolos dari hukuman.

Kontras yang Mencolok dan Warisan Kasus Epstein

Kasus ini mengungkap kontras mencolok dalam penanganan dokumen. Saat anggota DPR dari Partai Republik, Nancy Mace, menunjukkan bahwa nama seorang elit terhapus dari file, Departemen Kehakiman dapat memperbaikinya "dalam waktu 40 menit." Namun, 53 halaman catatan wawancara yang menunjuk pada presiden sendiri dapat secara permanen "hilang."

Warisan nyata dari kasus Epstein mungkin adalah pengungkapan bagaimana negara hukum dapat menggunakan prosedur yang sah untuk membentuk jaringan perlindungan bagi elit. Keadilan peradilan, di hadapan kekuasaan, berfungsi seperti filter yang dapat disesuaikan. Melalui filter ini, kejahatan tertentu diperbesar, sementara yang lain dihitamkan dengan lembut.

Kesimpulan: Perlindungan Institusional vs. Pencarian Kebenaran

Departemen Kehakiman AS, melalui tindakan ini, menunjukkan bahwa tidak semua "kehilangan" adalah kecelakaan; beberapa adalah bentuk perlindungan institusional. Publik yang menantikan kebenaran penuh dari kasus Epstein mungkin hanya menjadi penonton dalam drama yang dirancang dengan cermat, di mana transparansi tunduk pada kepentingan politik yang lebih tinggi.

Halaman:

Komentar