Eskalasi konflik dipicu oleh serangan udara gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta keluarga dan petinggi militer.
Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk Arab. Respons ini justru memicu sentimen sektarian di media sosial Indonesia, dimana sebagian warganet meragukan perjuangan Iran karena perbedaan mazhab.
Koreksi Narasi Sejarah: Dukungan Iran untuk Palestina
Buya Yahya mengingatkan agar umat tidak terjebak disinformasi. Fakta sejarah menunjukkan Republik Islam Iran merupakan pendukung utama perjuangan Palestina, khususnya untuk Hamas dan Brigade Al-Qassam di Gaza.
Dukungan Iran mencakup suplai persenjataan, pendanaan, dan transfer teknologi roket yang vital bagi perjuangan melawan Israel.
"Kita sudah terlambat bersama-sama meyakini bahwa Israel adalah musuh kita bersama. Jangan sampai kita kehilangan fokus pada musuh kemanusiaan yang sebenarnya," pungkas Buya Yahya menutup pernyataannya.
Pesan ini menekankan pentingnya persatuan umat Islam melawan penjajahan dan kezaliman, mengesampingkan perbedaan internal di saat konflik krusial seperti ini.
Artikel Terkait
Surat THR Palsu Beredar, Polres Tanjung Priok Buru Oknum Pengatasnamaan!
Pengedar Sabu Ditangkap Saat Open BO di Kos, Pasokannya dari Lapas Kendari?
Militer AS Gunakan Ramalan Kiamat untuk Perang? Fakta Mengejutkan Terungkap!
Bayi Ditinggal di Pejaten, Surat dari Kakak 12 Tahun Ungkap Alasan yang Bikin Nangis