Kabur dari Hukum! Kyai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Hilang Kontak, Polisi Siap Buru dan Tangkap

- Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25 WIB
Kabur dari Hukum! Kyai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Hilang Kontak, Polisi Siap Buru dan Tangkap

Dalam upaya mengusut kasus pencabulan yang dilakukan tersangka A, polisi telah melibatkan pihak keluarga untuk meminta tersangka hadir dalam pemeriksaan di Polresta Pati. Sayangnya, upaya tersebut hingga saat ini belum membuahkan hasil karena tersangka tidak dapat dihubungi.

Menghadapi kondisi ini, polisi akan mengambil upaya hukum lain jika tersangka tetap tidak mengindahkan panggilan pemeriksaan.

"Apabila yang bersangkutan tidak kooperatif dan terdapat indikasi melarikan diri, maka kami akan melakukan penangkapan," tegas Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama.

Sementara itu, setelah ditutupnya Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, nasib ratusan santri dan santriwati yang sudah dipulangkan masih belum dapat dipastikan. Mereka masih duduk di bangku sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga Madrasah Aliyah (MA).

Berdasarkan data yang diterima, jumlah santri dan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo sebagian besar adalah anak yatim dan berasal dari keluarga tidak mampu, total mencapai 252 anak. Rinciannya, 4 santri masih belajar di tingkat Raudlatul Athfal, 89 santri di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, 91 santri di tingkat SMP, 50 santri di tingkat MA, dan 8 santri tidak bersekolah atau hanya mondok.

"Seluruh santri Ndolo Kusumo yang mukim di pesantren sudah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026," ujar seorang pengurus Yayasan Ndolo Kusumo.

Meskipun nasib para santri hingga kini belum diketahui secara pasti, sejumlah lembaga pendidikan telah menyatakan siap menampung mereka. Lembaga-lembaga tersebut antara lain MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip Margorejo, MA Assalafiyah Lahar Gembong, dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil, Kabupaten Pati.

Halaman:

Komentar