“Bapak politik identitas dan para pengawalnya,” kata Denny.
Dalam cuitannya yang lain Denny mewanti-wanti jangan sampai permainan politik kotor macam di Pilkada DKI Jakarta justru merembet ke skala nasional atau kembali dimainkan pada Pilpres 2024. Menurutnya itu sangat berbahaya karena perpecahan antarwarga jelas terjadi di mana-mana.
"Mengungkap busuknya politik identitas tahun 2017, itu bukan membuka lama yang harus dipendam. Justru untuk mengingatkan jangan sampai itu terulang. Ngeri kalau kisah Pilgub DKI menjalar ke nasional," ungkapnya.
Denny mengaku, dirinya bakal berdiri paling depan melawan kelompok-kelompok yang bermain isu agama dan politik identitas, apabila cara berpolitik seperti ini kembali dipraktikan pada Pemilu mendatang.
"Dan saya akan terus berada di garis depan. Memaafkan bukan berarti melupakan,” pungkasnya.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M