Hal tersebut terkait kehebohan rendang babi yang disajikan salah satu rumah makan.
Dalam video yang beredar di media sosial, UAH menyiinggung tradisi rendang halal sama halnya dengan budaya Indonesia."Jangan pernah mengecilkan apapun apalagi bila sudah menjadi tradisi," kata UAH dalam video tersebut.
Dia lantas menyinggung soal pernyataan Gus Miftah mengenai agama rendang.
"Ada pertanyaan sejak kapan rendang itu punya agama, apa jawabannya? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan," lanjutnya.UAH kemudian menjelaskan asal muasal makanan rendang tersebut kepada jemaah yang sedang mendengarkan tausiahnya.
"Rendang itu produk masyarakat Minang, budaya di Minang. Falsafah orang Minang itu berbunyi adat bersanding syariat agama yang bersanding dengan kitabullah," tuturnya.
Menurut UAH, sesuatu yang sudah melekat pada budaya maka secara tidak langsung sudah ada hukumnya."Dalam kaidah ushul fiqh dikatakan Al-Adatu Muhakkamah kalau sudah melekat, sudah baik dikenal, maka jadi hukum, kalau sudah jadi hukum, maka dikenal oleh masyarakat, kalau berbeda dengan itu, maka akan ada sesuatu yang nyeleneh, menyimpang," tuturnya.
Artikel Terkait
17 Hari Tanpa Makan: Eksperimen Puasa Air Ekstrem & Perubahan Tubuh yang Mengejutkan!
DPR Bongkar Masalah Serius di Balik Program Makan Gratis: Dapur MBG Ternyata Belum Halal!
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan Massal Peserta BPJS Dinilai Konyol dan Rugikan Negara, Ini Dampaknya!
Video Viral Winda Can: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Jebakan yang Harus Diwaspadai