Kepala Negara lantas mencontohkan ketika sebuah negara tidak memiliki cadangan devisa yang membuat tidak bisa membeli BBM, tidak bisa membeli pangan bahkan untuk imporpun tidak mampu.
"Kemudian terjebak juga kepada pinjaman hutang yang sangat tinggi, karena gap rasionya terlalu tinggi. Jadi sekali lagi ngeri saya kalau lihat angka-angkanya," tuturnya.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Akhirnya Terbongkar! Kronologi 6 Bulan Perjuangan Bonatua Silalahi Dapatkan Ijazah Jokowi dari KPU
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?