Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh peserta seminar International Conference on Research and Community Services (ICORcs) 2022 untuk menggencarkan Community Services atau pengabdian ke masyarakat.
"Model-model community services seperti pendidikan vokasi, panti asuhan serta upaya pemberdayaan lainnya dapat memberi solusi atas berbagai masalah sosial yang terjadi sekitar kita," katanya dalam keterangan pers Senin (27/6/2022).
Ia mengatakan, hal itu penting sebagai bentuk memperkuat hablumminannas atau hubungan antarmanusia serta wujud kesolehan sosial khususnya berupa program perlindungan dan pemberdayaan.
Khofifah menyampaikan layanan sosial kemasyarakatan erat kaitannya dengan pentingnya solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
"Jika kita fokus pada penanganan pengurangan stunting, pemenuhan gizi bayi dan balita serta panti asuhan untuk anak terlantar dan anak yang terlahir tidak diinginkan jika dikaitkan dengan tujuan syariah yaitu Hifz Al-Nasl atau memelihara generasi penerus," ujarnya.
Ia mengajak segenap peserta untuk menjaga interaksi yang sehat dengan sesama. Tak hanya menjaga hubungan baik antar manusia, namun juga menekan pergaulan bebas agar tak berujung pada perilaku seks bebas yang bisa berakibat pada unwanted pregnancy (kehamilan yang tidak diinginkan) akhirnya unwanted child (kelahiran yang tidak diinginkan).
Gubernur Khofifah juga menjelaskan, salah satu dampak negatif kehamilan di luar pernikahan adalah pemenuhan hak dan perlindungan anak baik pendidikan, kesehatan maupun perlindungan sosial. Sehingga berpotensi pada penelantaran anak.
Artikel Terkait
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan