Novel menyebut outlet Holywings sangat pantas ditutup karena menjadi sarang pesta minuman keras (miras) dan maksiat.
"Saya sangat mengapresiasi keputusan Anies Baswedan yang berani tegas melalui Pemprov DKI Jakarta menutup Holywings dan mencabut izinnya,” ujar dia dalam siaran persnya, Selasa (28/6).
Pria yang berprofesi sebagai advokat ini juga mengapresiasi atas cepatnya tindakan kepolisian dalam mengusut kasus dugaan penistaan agama atas promo Holywings.
Sejumlah staf Holywings yang bertanggung jawab atas promosi miras dengan menggunakan nama Muhammad dan Maria sudah ditangkap dan menjadi tersangka.
Namun, Novel berharap proses hukum tetap terus berjalan meski outlet Holywings sudah ditutup.
Dia pun menyebut para staf yang menjadi tersangka itu sebenarnya korban.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras