Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan terus mengawal seluruh kebijakan pemerintah hingga mendorong pemasukan atau peningkatan anggaran APBN.Mabes Polri kembali meraih predikat WTP dari BPK untuk kesembilan kali secara berturut-berturut. Bagi Kapolri raihan WTP sembilan kali berturut-turut berdampak sangat besar untuk mendorong pemasukan bagi APBN."Dengan pencapaian itu Polri berkomitmen terus mengawal seluruh kebijakan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga agar APBN tetap bisa berjalan baik dalam situasi yang penuh ketidakpastian saat ini, dengan mengawal melalui berbagai strategi tranformasi ekonomi,"Kata Listyo, Kamis (30/6).
Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di angka 5%. Nilai tersebut menjadi sebuah pencapaian di tengah situasi pandemi saat ini. Bahkan raihan tersebut berada di atas negara-negara maju yang pertumbuhan ekonominya 3% seperti Singapura 3,4% dan Amerika Serikyat 3,6%."Tantangannya kedepan bagi bangsa Indonesia adalah mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang dicapai saat ini. Karena posisi ini juga yang membuat Indonesia bisa tampil, karena memiliki sumber daya alam, dan memiliki potensi bonus demografi,"tegasnya.
Polri kata Listyo berkomitmen untuk mengawal seluruh kebijakan ekonomi pemerintah. Salah satu komitmen Polri mempertahankan pencapaian WTP sembilan kali secara berturut-turut."Ini sebuah prestasi luar biasa terkait pengelolaan keuangan negara yang bersih, transparan dan akuntabel. Tentunya pengelolaan keuangan negara secara bersih, transparan dan akuntabel bisa berdampak positif bagi kemajuan ekonomi nasional,"pungkasnya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M