Sementara, politikus PKS Nabil Ahmad Fauzi mengatakan partainya terbuka menjalin kerja sama dengan parpol mana pun. Termasuk, bergabung dengan KIB.
"Tentu saja, sampai dengan hari ini semua masih sangat terbuka peluangnya," kata Nabil yang juga ketua Departemen Politik PKS itu, Selasa (5/7/2022).
Nabil mengatakan, saat ini masing-masing parpol mulai melakukan tahap penjajakan satu sama lain. Langkah itu disebutnya sebagai upaya membangun persamaan visi dan misi menghadapi Pemilu 2024.
"Sampai hari ini, belum ada satupun penjajakan kerjasama partai yang sudah final menetukan capres dan cawapresnya. Masih terlalu pagi," ujarnya.
Lebih lanjut, Nabil mengutarakan ada sejumlah pertimbangan parpol untuk menjalin kerjasama satu sama lain. Satu di antaranya adalah terkait modal suara partai di parlemen.
"Bobot bebet dan bibitnya juga harus dibahas bersama. Karena setiap partai yang mau bekerjasama pasti tujuannya untuk menang," ujarnya.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!