“Sejauh yang saya tahu selama ini Dubes Singapura untuk Indonesia belum berbicara apa-apa,” tuturnya.
Sudarnoto mengatakan tindakan Singapura yang mengecap UAS pro ekstremis sangat mengganggu perasaan umat Islam di Indonesia.
“Menurut hemat saya harus minta maaf. Itu kesalahan fatal Singapura yang keliru menilai UAS,” kata Sudarnoto.
Seperti diketahui, Kemendagri Singapura akhirnya mengungkap alasan ditolaknya kunjungan UAS ke negaranya.
Mereka menyebut UAS penceramah pro ekstremis.
Selain itu, Singapura juga menilai UAS mengajarkan segregasi yang tidak dapat diterima masyarakat Singapura yang multiras dan multiagama.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras