“Kenapa tidak dikasih tahu beberapa hari yang lalu sebelum saya datang,” tuturnya kepada pihak Imigrasi ketika itu.
Menjawab hal tersebut, pihak imigrasi pun menurut UAS mengatakan kepada dirinya bahwa kiriman itu baru mereka terima dari Jakarta sejam sebelum dia tiba di pelabuhan feri tersebut.
“Kata mereka kirimannya sejam yang lalu dari Jakarta bahwa ustad adalah teroris. Jelas saya teroris kalau begitu tidak bisa masuk,” ujarnya.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!