“Kami berharap Pre-Summit Y20, Presidensi G20 Indonesia, serta kunjungan lapangan memungkinkan Anda untuk melihat secara lebih dekat kondisi hutan dan lingkungan di sini. Serta membuka mata dunia tentang Indonesia, Kalimantan, khususnya sekitar Balikpapan, yang sesungguhnya,” kata Isran.
Pada hari pertama Pra-KTT ketiga ini, diselenggarakan talkshow yang bertemakan “Menjaga Sumber Daya Alam”. Talkshow ini menghadirkan para ahli seperti Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Herlina Hartanto, Roundtable on Sustainable Palm Oil CEO Joseph D’Cruz, Koordinator Kenyan Youth Biodiversity Network Kevin Lunzalu, serta Digital & IT Director BRI Arga Mahanana Nugraha.
Herlina mengajak anak muda untuk bersama-sama menjaga bumi. YKAN menilai permasalahan lingkungan dan pemanasan global mengingatkan kita pentingnya aksi kolektif oleh semua pihak di mana pun mereka berada. Aksi itu perlu dimulai dari tingkat lokal, yang jika dilakukan bersama-sama dan berkesinambungan akan berdampak secara global.
“Pemuda adalah garda terdepan perubahan. Kepada mereka, kami titipkan masa depan,” ujar Herlina.
Di satu sisi, Joseph D'Cruz mengatakan G20 sebagai sebuah platform mampu menentukan bagaimana negara-negara besar dunia mengatur prioritasnya. Namun, tantangannya adalah negara G20 perlu menyeimbangkan prioritas antara pembangunan dan keberlanjutan planet.
"Y20 dapat meyakinkan bahwa keputusan yang G20 buat memiliki implikasi dan tradeoff. (Y20) bisa menjelaskannya dari perspektif bagaimana tradeoff tersebut berdampak pada mereka yang akan tinggal di planet ini 50-100 tahun ke depan," jelas Joseph D'Cruz.
Nugraha menambahkan, penting bagi negara G20 sebagai negara beronomi besar untuk mempercepat upaya menangani perubahan iklim. "Ini sangat penting bagi kita khususnya generasi muda," tambahnya.
Kevin Lunzalu menjelaskan G20 harus menyadari betapa mengerikannya dampak jika tidak adanya aksi kolektif. "Kita perlu langkah transformatif untuk keluar dari krisis yang kita alami saat ini. Kita harus menyadari peran anak muda dalam isu krisis iklim hingga kekayaan alam," jelas Kevin.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M